Feeds:
Posts
Comments

Asuransi? No Way!

Banyak orang memandang rendah pekerjaan agen asuransi. Sepertinya ini adalah pekerjaan yang pantas untuk orang yang kurang kerjaan atau pengangguran. Padahal setelah ‘mengenal’ lebih dalam, saya melihat bahwa ini adalah pekerjaan yang mulia.

Kami menolong orang untuk menabung dengan jaminan proteksi. Namun konsep seperti ini tampaknya sulit diterima sebagian besar orang, sehingga banyak orang salah kaprah mengira kami ‘mengejar’ mereka demi omset pribadi. Orang-orang yang akhirnya mau ikut menabung pun rata-rata hanya karena ‘kasihan’ pada sang agen, sehingga hanya menabung alakadarnya walau sebenarnya mereka punya kemampuan untuk menabung lebih.

Padahal jika orang mengerti konsepnya, jaminan proteksi yang mereka terima akan jauh lebih baik jika mereka berani menabung lebih banyak. Dan mereka tidak perlu takut karena uang yang mereka tabungkan sebenarnya akan kembali utuh, bahkan lebih, hanya memang perlu jangka waktu yang panjang. Namun hal ini pun seharusnya dapat dimengerti karena yang kami tawarkan utama adalah PROTEKSI, sedangkan INVESTASI adalah  bonus atau nilai plus.

Pekerjaan kami menjadi perkerjaan yang mulia saat orang lain tertimpa musibah. Di saat nasabah betul-betul mengalami sakit kritis dan masuk RS, atau saat terjadi kecelakaan dan meninggal, kami datang dan memberikan bantuan keuangan yang mereka butuhkan. Di saat itulah kami menjadi ‘malaikat tanpa sayap’ bagi nasabah-nasabah kami. Seandainya mereka menabung sesuai kesanggupan mereka, bukan alakadarnya, tentunya bantuan keuangan yang mereka terima juga akan lebih baik.

Saya pribadi diajarkan bahwa MISI menolong adalah yang utama, koMISI akan datang dengan sendirinya jika MISI tercapai. Jadi jangan kuatir bahwa saya datang untuk meminta uang Anda karena yang saya sedang lakukan sebenarnya adalah membantu Anda!

Saya mendengar kisah yang sangat menarik tentang se-ekor ayam bertelur emas. Alangkah gembiranya bila seseorang memiliki ayam yang selalu bertelur emas, pastilah ayam itu sangat di sayang dan di pelihara dengan baik bukan? Continue Reading »

Biaya Pendidikan Anak

Bagaimana perasaan Anda hari-hari ini? Berdebar-debar menanti rapor hasil ujian sekolah buah hati Anda?

Menginginkan buah hati naik kelas dan/atau berprestasi merupakan idaman setiap orangtua. Di sisi lain, ada juga sekalangan orang yang pikiran dan perasaannya tidak lagi tercurah hanya pada prestasi dan pendidikan anak mereka.

Yang lebih menjadi beban adalah setiap tahun ajaran baru, kebutuhan dana pendidikan meningkat. Apalagi, jika sang anak sudah dalam periode melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Kebutuhan dana tentu lebih besar lagi. Continue Reading »

Rekening 2 In 1

Bacalah karena berguna untuk Anda dan keluarga Anda.

Umumnya, Tujuan Orang menabung/menginvestasikan uangnya :
1. Untuk dana darurat keluarga
2. Untuk dana pendidikan anak-anak
3. Untuk dana pensiun di hari tua / masa depan lebih baik Continue Reading »

Yup, 1 hari kita hanya cukup menyisihkan 10rb agar hidup kita dan keluarga dapat terproteksi.
Susah nggak sih ya?
Hmm… yang dapat menjawab pertanyaan tersebut adalah diri kita sendiri. Continue Reading »

Pertanyaan itu yang saya kerap kali tidak mengerti? Kenapa orang lebih mementingkan aktiva atau asset mereka dibanding dengan jiwanya? Kalau mobil kita lecet, apalagi mobil baru, hmm… hatinya akan sangat sakit atau isilahnya “nyeres“, makanya pemilik mobil beramai-ramai untuk meng-asuransikan kendaraan mereka secara all-risk, sedikit apapun mendapati lecet pada mobilnya, pasti di cover oleh asuransi. Continue Reading »

Entah mengapa asuransi kesehatan menjadi momok yang sangat mengerikan bagi segelintir orang?

Dulu, saya adalah orang yang termasuk menolak untuk mengambil asuransi sebagai proteksi diri. Pernah beberapa kali teman saya menawarkan paket-paket asuransi, seperti Manulife, AIG Lippo bahkan sampai asuransi Prudential. Setiap teman yang ingin bertemu dan menawarkan asuransi, saya coba untuk mundur satu langkah, sebagai sinyal penolakan saya terhadap semuanya itu. Akan selalu ada 1001 macam alasan untuk menolaknya. Continue Reading »

Saya sering mendapat cerita tentang pengalaman seseorang yang salah satu keluarga atau kerabat mereka harus masuk rumah sakit karena penyakitnya. Dan harus mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah hanya untuk menutupi biaya perawatan yang kian hari semakin mahal.

Bisa dimaklumi, karena rumah sakit tersebut harus membeli alat-alat baru untuk operasional mereka, sehingga mengakibatkan biaya terus membengkak.

Continue Reading »