Pertanyaan itu yang saya kerap kali tidak mengerti? Kenapa orang lebih mementingkan aktiva atau asset mereka dibanding dengan jiwanya? Kalau mobil kita lecet, apalagi mobil baru, hmm… hatinya akan sangat sakit atau isilahnya “nyeres“, makanya pemilik mobil beramai-ramai untuk meng-asuransikan kendaraan mereka secara all-risk, sedikit apapun mendapati lecet pada mobilnya, pasti di cover oleh asuransi.
Cerita diatas juga menggambarkan diri saya untuk mengambil asuransi proteksi jiwa yang termasuk didalamnya program investasi. Seseorang rela mengeluarkan koceknya untuk membeli asuransi aktiva seperti mobil, rumah, motor dan sebagainya. Tetapi pernahkan kita berpikir bahwa jiwa seseorang lebih berharga dibanding semuanya itu. Jadi kalau seseorang itu rela mengeluarkan uang 3-10 juta hanya untuk asuransi mobil, motor ataupun rumah, kenapa untuk asuransi jiwa + pendidikan tidak demikian?