Saya mendengar kisah yang sangat menarik tentang se-ekor ayam bertelur emas. Alangkah gembiranya bila seseorang memiliki ayam yang selalu bertelur emas, pastilah ayam itu sangat di sayang dan di pelihara dengan baik bukan?
Ayam ini setiap harinya menghasilkan telur emas yang dapat dijual dengan harga sangat mahal. Bisa dibilang ayam tersebut adalah sebagai sumber penghasil uang utama yang selalu memberikan rejeki kepada yang empunya.
Bila tiba-tiba saja, kandang dimana tempat ayam itu berternak, terbakar.
Nah siapa yang harus diselamatkan, telur-telur emas atau ayam yang bertelur emas?
Tentu saya ayam yang bertelur emas diselamatkan terlebih dahulu, karena ayam tersebut akan dapat terus menghasilkan telur-telur emas lainnya.
Telur emas ibarat mobil atau rumah yang dapat dihasilkan oleh pencari nafkah. Nah, pertanyaan yang sama, manakah yang lebih penting untuk di proteksi/dilindungi dengan asuransi, mobil atau orang pencari nafkah yang dapat menghasilkan mobil? Tentu jawabannya adalah sama dengan jawaban diatas, yaitu orang pencari nafkah yang harus terproteksi sehingga dapat membeli mobil atau rumah lainnya.
Sama halnya dengan orang tua (ayah) yang memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga dengan memberikan nafkah kepada istri dan anaknya. Sang ayah harus memiliki proteksi jiwa yang bagus sehingga dapat terus beraktifitas dengan baik.
Salah satu solusi untuk memberikan perlindungan kepada keluarganya adalah dengan mengikuti asuransi jiwa, diantaranya adalah Asuransi Jiwa Prudential. Proteksi terhadap hidup seorang ayah, serta memberikan jaminan keuangan kepada keluarga seperti istri dan anak-anak.
Jika mobil atau properti anda sudah memiliki asuransi, maka sudahkah anda sendiri, sebagai tulang punggung keluarga memiliki asuransi jiwa?